Posted by: katalis2009 | February 23, 2009

Menyelami makna dan hakikat cinta

Menyelami makna dan hakikat cinta



Cinta, satu kata yang rasanya tidak akan pernah lepas dari ucapan manusia. Satu kata yang memiliki makna banyak, sehingga bermacam-macam orang mengartikan kata cinta ini. Ada yang mengartikan bahwa cinta adalah ketika ada dua orang insan yang saling menyayangi, mengasihi. Ada pula yang mengatakan bahwa, cinta adalah pengorbanan, cinta adalah memberi, menyayangi, dan masih banyak makna cinta, sehingga tidak sedikit yang khirnya menyalahartikan makna cinta ini.

Namun yang coba akan saya tulis adalah makna hahikat dan kekuatan cinta itu sendiri (the power of love). Setiap orang pasti memiliki cinta, karena ia adalah fitrah yang diberikan Allah kepada kita, seorang penjahat atau pembunuh sekalipun, saya yakin mereka masih memiliki rasa ini. Saya dapat mengartikan bahwa cinta adalah satu perasaan yang akan menimbulkan rasa sayang, taat, rela berkorban, kagum, dan mengasihi. Selain itu juga, cinta adalah rasa memilikinya seseorang kepada sesuatu.

Bila kita gambarkan, cinta adalah awal dari lahirnya rasa-rasa yang lain seperti yang tertulis dalam pengertian di atas. Banyak contoh yang dapat kita lihat, bagaimana rasa cinta seorang ibu kepada anaknya, manusia mana yang sanggup menahan sakitnya mengandung selama Sembilan bulan, dengan jerih payah dan pengorbanan yang luar biasa, tidur tak nyaman, setiap malam harus terjaga, dan yang lebih luar biasa lagi adalah, sebuah pengorbanan antara hidup dan mati ketika sang ibu melahirkan anak-anaknya,tidak cukup itu, ketika si anak lahir, semakin berat pengorbanannya, ketika haru menyusui, tidak mengenal apakah siang atau malam, tapi atas dasar cinta inilah, tak pernah ibu kita mengeluh, lalu kemudian menyerah, jangankan untuk membiarkan sang anak terjatuh, melihatnya menangis pun ia tidak rela, hanya satu yang menjadi dasar dan kekuatan yang maha dahsyat, yaitu cinta, ya….cinta ibu kepada anak-anaknya.

Sahabat, itulah makna cinta yang sesungguhnya, ia mampu memberikan kekuatan maha dahsyat, yang mampu mengalahkan apa pun. Seandainya kita renungkan, siapa sebenarnya yang mencintai ita selama ini, ibu kita, benar, karena begitu besarnya rasa cintanya pada kita. Sahabat, ternyata yang lebih mencintai kita selama ini, mulai kita ada di alam ruh, lalu kemudian terlahir hingga akhir hidup kita, ialah Allah.siapa yang selama ini memberikan rizqi, memberikan nikmatnya bernafas, melihat, dan semua kenikmatan-kenikmatan yang kita miliki, kalau bukan karena cintanya Allah kepada kita, lalu apa?. Coba kita tanyakan pada hati kita, siapa yang kita cintai selama ini, harta, jabatan, tahta. Ingat, semuanya akan lenyap dan meninggalkan kita ketika nafas ini terhembus untuk terakhir kalinya, hanya satu yang tidak akan pernah meniggalkan kita, dan Dialah Allah, Dzat yang Maha mencintai dan menyayangi hamba-hambanya. Maka, cintailah Allah melebihi apa pun, karena ketika cinta Allah hadir dalam diri kita, maka cinta itu pun akan mengalir kepada orang-orang tedekat kita, ibu, ayah, adik, kakak dan semua yang ada dalam hidup kita, itulah bingkai cinta yang sesungguhnya

Posted by: katalis2009 | February 23, 2009

Memaknai Untuk Akhirnya Memahami

Memaknai Untuk Akhirnya Memahami

“Memahami”, kata yang memiliki makna yang sangat dalam, begitu seringnya kata ini terucap namun tak banyak orang yang justru ‘faham’ dengan kata “memahami” ini. memang banyak arti yang melekat dalam kata ini, memahami bisa diartikan mengerti tentang sesuatu hal. Banyak orang yang sakit hati dan kecewa karena tidak terlalu mengerti apa makna dari “memahami” ini. banyak hal yang masih tersembunyi, layaknya sebuah misteri, kata inilah yang penuh misteri. seseorang bisa kecewa dengan dirinya sendiri, tak peduli dengan dirinya, tak lagi berfikir baik untuk akhirnya melakukan yang baik untuk dirinya, karena hilangnya makna “memahami” ini, ya… ia tak pernah bisa memaknai  kata “memahami” ini, memahami diri sendiri.

Sahabat. terkadang kita tahu seperti apa memahami, tapi kita jarang bisa memaknai lebih dalam kata ini. Sulit memang, begitu banyak kondisi yang harus di hadapi, dan tentunya setiap kondisi yang kita alami harus senantiasa kita fahami, tak hanya banyaknya kondisi yang ada, tapi bagaimana kita bisa memandang setiap kondisi dari berbagai sisi, sehingga akhirnya kita bisa memahami kondisi yang ada, dan kita pun bisa tahu apa yang seharusnya kita lakukan.

Bukankah kita pun sulit untuk memahami diri kita sendiri. Seandainya kita tanyakan itu pada diri sendiri, saya yakin tak banyak orang yang akan menjawab “ya” dengan tegas bahwa ia sudah memahami dirinya sendiri. Banyak faktor yang menyebabkan mengapa terkadang kita tak mampu untuk memahami diri sendiri. Ketika pada kondisi tersulit yang sedang kita hadapi, banyak orang yang berputus asa dengan apa yang dihadapinya, seakan semuanya sulit, sangat sulit, ia tak tahu apa yang harus dilakukan lagi, seakan tak ada lagi jalan yang bisa di lalui untuk lepas dan akhirnya berlari dari semua kondisi tersulit ini, bukankah hal ini terjadi ketika kita tak memahami diri sendiri, kita tak pernah faham alur hidup yang kita inginkan, kita tak faham seperti apa kelebihan yang kita miliki, kita tak faham kekuatan apa yang kita miliki, kita tak faham betapa sempurnanya Allah menciptakan kita dengan segala potensi  yang maha dahsyat yang kita miliki, kita tak faham apa yang menyebabkan kondisi tersulit itu terjadi pada kita, begitu banyak ketidakfahaman kiat dengan diri sendiri.

Sahabat, pernahkah kita sejenak untuk merenungi diri sendiri, dikeheningan malam yang lembut, hanya kita dan Dia yang hadir, mencoba menanyakan pada diri sendiri apa sebenarnya yang kita inginkan? apa hal yang membuat kita bahagia? apa kelemahan yang selama ini mengakar dalam diri kita? apa kelebihan yang menjadi kekuatan yang dimiliki? apa hal terindah yang ingin kita rasakan? apa hal yang sudah kita lakukan untuk orang-orang di sekitar kita? berapa banyak dosa yang sudah kita lakukan? berapa kebaikan yang sudah kita lakukan? tanyakan semua yang ada dalam diri kita, bisakan kita jawab, maka seharusnya kita bisa menjawabnya.

Bukan hanya ketika kondisi tersulit yang bisa membuat kita hilang arah, bukankah tidak sedikit orang yang diberi kenikmatan, bergelimang harta, jabatan dan semua yang seharusnya membbiat semuanya bahagia, tapi banyak yang justru tidak merasakan kebahagiaan hidup, yang ada hanya ketakutan, kegundahan dan kegersangan yang ada. Lalu apa yang membuat semuanya takut, kalau bukan karena tidak memahaminya diri sendiri.

Coba kita lihat ke luar sana, lihatlah anak-anak kecil yang bermain begitu riang dan cerianya ia bermain, menendang bola, memainkan boneka, tersenyum, tertawa, menari di tengah kebun bunga yang indah. Apa yang membuat mereka seperti itu? bukankah mereka bisa tersenyum, tertawa, bahagia karena mereka tahu apa yang bisa membuat mereka tersenyum, mereka tahu boneka amat lucu, bola amat berharga untuk dimainkan, bunga betapa menyejukkan dan tarian yang membahagiakan.

sahabat…cobalah kita fahami diri kita ini, banyak hal yang bisa kita lakukan, banyak hal yang sebenarnya kita inginkan, banyak hal yang tersimpan dalam diri kita dan belum kita temukan…. (to be continued)

Posted by: katalis2009 | February 23, 2009

motivasi

Believe In Yourself


Begitu banyak hal yang dapat mempengaruhi keadaan kita, menjadikan hari-hari kita berbeda setiap detiknya, yang bisa menjadikan kita orang yang paling bahagia atau bahkan sebaliknya. Detik-detik hidup yang kita lalui memiliki warna dan rasa yang berbeda, kejadian yang kita alami, masalah yang kita hadapi, semuanya terus bergulir  dan silih berganti antara baik atau sebaliknya. Sungguh begitu banyak hal yang dapat mempengaruhi diri kita, entah itu hal yang baik atau buruk, hal yang bisa membuat kita tersenyum bahagia atau menangis penuh kepiluan. Pagi, siang, sore, hingga malam harinya, akan menjadi keadaan yang berbeda dengan apa yang kita lakukan dan kita hasilkan saat itu. Tapi berbeda atau tidaknya keadaan kita dalam hari-hari yang kita lewati akan bergantung pada diri kita, kefahaman akan hidup, kefahaman akan segala yang di hadapi.

Ada kalanya ketika kita terbangun pada pagi hari dengan segala keindahan dan pesonanya, namun saat itu, keadaan tak seperti yang  kita harapkan terjadi. Itulah saat ketika kita harus memberitahu dan meyakinkan pada diri kita sendiri, bahwa keadaan akan semakin membaik, keadaan akan bisa kita hadapi, tak ada kata menyerah dan mengeluh, semuanya akan mengandung hikmah yang akan semakin mendewasakan kita, keadaan itu takkan mengubah pagi yang indah menjadi suram buram dalam kegelapan, tak lantas mentari langsung tenggelam, semuanya akan berjalan baik, tak berubah sedikit pun, hanya perlu keyakinan diri  yang menjadikan semuanya menjadi indah.

Ada saat ketika ada orang yang mengecewakan kita, membuat kita sedih, seakan tak ada lagi yang bisa kita percaya. Itulah waktu, ketika kita harus mengingatkan diri sendiri, untuk percaya dan yakin pada penilaian dan pendapat kita sendiri, untuk tetap fokus pada keyakinan diri sendiri, dan mengatakan bahwa semuanya bisa dilakukan, semuanya akan baik-baik saja, dunia tak lantas menjadi tandus. Itulah saat dimana kita harus menyadari akan tantangan dan perubahan yang harus dihadapi dalam hidup yang kita jalani. Semunya tergantung pada diri kita sendiri, bagaimana menerimanya, bagaimana kita bisa ikhlas akan semua keadaan yang dihadapi, semuanya kita yang memilih dan menentukan seperti apa kita menghadapinya.

Tetaplah jaga diri pada arah yang tepat untuk mecapai tujuan. Cita dan harapan yang telah kita goreskan di lembaran hidup, semuanya pasti bisa kita capai, hanya kita yang bisa menentukan semuanya. Memang tidak mudah untuk melakukannya, tapi yakinlah bahwa masa-masa sulit yang kita hadapi dan singgah dalam kehidupan kita, akan menyadarkan kita akan jati diri yang sesungguhnya, jati diri yang sering kita sebut saat kita beranjak dewasa dulu.

Masa-masa sulit itu akan ada dan pasti kita rasakan suatu saat nanti atau bahkan saat ini, hari-hari dimana penuh dengan frustasi, penuh dengan tanggung jawag yang membebani, berat untuk dihadapi. Ingatlah, untuk tetap yakin pada diri sendiri dan segala yang kita cita dan harapkan dalam hidup kita. Semua tantangan dan perubahan itu hanya akan membantu kita dalam mendewasakan diri dan menemukan makna diri dan jati diri yang selam ini kita cari, menemukan tujuan yang selama ini memang diperuntukan bagi kita, ia tak akan mengubah keadaan sedikit pun. Maka tak ada jalan lain, yakinlah akan diri sendiri, yakin akan kemampuan diri, bahwa semuanya bisa di hadapi dan semuanya akan menjadi hari-hari yang baik, walau keadaan yang terus berbeda setiap waktunya.

::de_shinichi-ksatria::

Posted by: katalis2009 | February 16, 2009

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.